Profil Praka Rico Pramudia: Mengenang Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi PBB di Lebanon
--
BERANDAKITA.ID – Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL, dinyatakan gugur dalam tugas di Lebanon. Prajurit berusia 31 tahun tersebut meninggal dunia setelah berjuang melawan luka kritis selama hampir satu bulan, memicu tuntutan internasional akan investigasi menyeluruh atas insiden mematikan di wilayah Adchit Al Qusayr.
Duka mendalam menyelimuti bangsa Indonesia, khususnya jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu putra terbaik bangsa, Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, dinyatakan gugur saat menjalankan tugas suci dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Kepergian almarhum menjadi pengingat nyata akan risiko besar yang dihadapi para penjaga perdamaian dunia di wilayah konflik.
Baca juga: Siapa Calon Suami Maizura? Resmi Bertunangan dan Gelar Prosesi Mappetuada Adat Bugis yang Khidmat
Baca juga: Isu Hamil Arti AZ Viral, Sosok Singer Sekuter Diduga Tsaqib Instagramnya Diserang Netizen!
Baca juga: Terungkap Sosok Joki UTBK 2026 di UPN Jatim, Modus Pura-pura Datang Terlambat!
Praka Rico Pramudia merupakan bagian dari Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) XXIII-S/UNIFIL atau yang lebih dikenal sebagai Kontingen Garuda. Tugasnya di Lebanon Selatan bertujuan untuk menjaga stabilitas di wilayah perbatasan yang terus bergejolak. Namun, situasi memanas di Lebanon membawa duka bagi tim perdamaian.
Pada 29 Maret 2026, pangkalan UNIFIL di Adchit Al Qusayr menjadi sasaran serangan artileri. Praka Rico menjadi salah satu prajurit yang terkena dampak langsung dari ledakan proyektil tersebut.