Penipuan WO di Trenggalek Bikin Puluhan Calon Pengantin Gagal Nikah Sampai Digugat 22 Vendor, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
--
Kenyataannya, hingga waktu akad nikah tiba, tidak ada satu pun kru yang muncul. Setelah diusut lebih lanjut oleh pihak keluarga ke alamat kantor WO, tempat tersebut ditemukan dalam keadaan tutup dan tidak ada aktivitas.
Unggahan ini kemudian memancing puluhan komentar dari pasangan lain yang memiliki jadwal pernikahan dalam waktu dekat dengan WO yang sama, yang juga mengalami nasib serupa: pesan tidak dibalas dan uang muka (DP) hangus.
Modus Operandi: Paket Murah dan Penagihan Agresif
Para korban mengungkapkan pola yang sama dalam cara kerja WO 'U'. Pelaku sering menawarkan paket pernikahan eksklusif dengan harga yang jauh di bawah standar pasar, seringkali dengan iming-iming bonus dokumentasi udara (drone) atau dekorasi mewah tanpa biaya tambahan.
Strategi ini berhasil menarik minat banyak calon pengantin yang ingin menekan biaya pernikahan di tengah situasi ekonomi saat ini.
Baca juga: Perjalanan Karier Gerry Conway: Penulis Komik yang Bikin Fans Spider-Man Patah Hati
Setelah mendapatkan kepercayaan klien, pemilik WO berinisial 'U' tersebut biasanya akan bersikap sangat ramah di awal. Namun, saat mendekati hari pelaksanaan, ia mulai melakukan penagihan secara agresif dengan alasan untuk melunasi biaya vendor lain seperti katering dan dekorasi agar pesanan tidak dibatalkan.
Sayangnya, uang yang terkumpul diduga kuat tidak pernah disalurkan kepada para vendor tersebut, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi atau menutupi hutang acara sebelumnya (sistem gali lubang tutup lubang).
Ternyata, korban penipuan ini tidak hanya berasal dari kalangan calon pengantin. Sejumlah vendor pendukung seperti Make Up Artist (MUA), penyedia jasa tenda, hingga katering lokal di Trenggalek dan sekitarnya juga melaporkan kerugian besar. Banyak vendor mengaku hanya diberikan uang muka kecil atau bahkan tidak dibayar sama sekali untuk pekerjaan yang sudah mereka selesaikan pada acara-acara sebelumnya.
"Kami sudah berkali-kali menagih sisa pembayaran acara bulan lalu, tapi pemilik WO selalu beralasan belum dibayar oleh klien. Padahal setelah kami kroscek ke pengantinnya, mereka sudah bayar lunas sejak sebulan sebelum acara," ujar salah satu pemilik jasa dekorasi di Trenggalek.
Identitas pemilik WO 'U' kini menjadi buruan netizen. Berdasarkan informasi yang beredar, pemilik merupakan warga asli Trenggalek yang sebelumnya dikenal memiliki reputasi cukup baik sebelum akhirnya manajemen keuangannya berantakan. Saat ini, Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek dilaporkan telah menerima belasan aduan resmi terkait kasus ini.