Friday 1st of May 2026

Waspada Kemarau 2026, BMKG Ungkap Potensi Bahaya El Nino Mulai Kekeringan Ekstrem hingga Kebakaran Hutan

Waspada Kemarau 2026, BMKG Ungkap Potensi Bahaya El Nino Mulai Kekeringan Ekstrem hingga Kebakaran Hutan

--

BERANDAKITA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau tahun 2026. Hal ini seiring dengan adanya potensi kemunculan fenomena El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi kondisi iklim di Indonesia, terutama terkait penurunan curah hujan dan meningkatnya risiko kekeringan.

Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kondisi normal. Salah satu faktor utama yang memengaruhi adalah dinamika iklim global yang menunjukkan kecenderungan menuju fase El Nino, meskipun dalam kategori lemah hingga sedang.

Fenomena El Nino sendiri merupakan kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak pada perubahan pola cuaca secara global. Di Indonesia, fenomena ini identik dengan berkurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara, sehingga memperpanjang durasi musim kemarau.

BMKG memproyeksikan bahwa musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia. Bahkan, sebagian besar daerah diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya, dengan curah hujan yang berada di bawah normal.

Baca juga: Kebakaran Apartemen Mediterania Jakarta Barat Hari ini, 20 Penghuni Dilarikan ke RS Akibat Hirup Asap Tebal

Baca juga: Doctor on the Edge, Drama Medis Romantis Tayang Juni 2026 Dibintangi Lee Jae Wook dan Shin Ye Eun

Baca juga: Daftar Pemain Film Ikatan Darah: Aksi Laga Pencak Silat Produksi Uwais Pictures yang Melibatkan Aktor-Aktris Ternama

Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor, terutama ketersediaan air. Penurunan curah hujan yang terjadi dalam waktu lama dapat menyebabkan berkurangnya cadangan air di waduk, sungai, maupun sumber air tanah. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, terutama bagi daerah yang selama ini bergantung pada sumber air alami untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, sektor pertanian juga diperkirakan akan terdampak cukup besar. Kekeringan yang berkepanjangan dapat mengganggu pola tanam dan menurunkan produktivitas hasil pertanian. Petani di berbagai daerah diimbau untuk mulai melakukan penyesuaian, baik dalam pemilihan jenis tanaman maupun dalam pengelolaan irigasi agar tetap dapat berproduksi secara optimal.

BMKG juga menyoroti potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Kondisi cuaca yang kering, ditambah dengan suhu yang lebih tinggi, dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut atau vegetasi kering.

Dalam sejumlah kasus sebelumnya, fenomena El Nino seringkali memperparah kejadian karhutla di Indonesia. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan mitigasi perlu dilakukan sejak dini, termasuk melalui patroli rutin, penyediaan sarana pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan.

BMKG menjelaskan bahwa peluang terjadinya El Nino pada tahun 2026 cukup signifikan, dengan kecenderungan muncul pada pertengahan hingga akhir tahun. Kondisi ini diperkirakan akan memperkuat karakteristik musim kemarau yang lebih kering dan panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST