Friday 1st of May 2026

Kebakaran Apartemen Mediterania Jakarta Barat Hari ini, 20 Penghuni Dilarikan ke RS Akibat Hirup Asap Tebal

Kebakaran Apartemen Mediterania Jakarta Barat Hari ini, 20 Penghuni Dilarikan ke RS Akibat Hirup Asap Tebal

--

BERANDAKITA - Kebakaran yang melanda Apartemen Mediterania di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Kamis (30/4/2026) memicu kepanikan luas di kalangan penghuni. Insiden tersebut tidak hanya menyebabkan proses evakuasi besar-besaran, tetapi juga mengakibatkan puluhan orang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap tebal yang menyelimuti gedung.

Peristiwa ini terjadi di salah satu tower apartemen yang berada di kawasan padat penduduk. Kepulan asap dilaporkan muncul sejak pagi hari dan dengan cepat menyebar ke berbagai lantai, bahkan hingga ke bagian atas gedung. Kondisi ini membuat penghuni panik dan berusaha menyelamatkan diri melalui tangga darurat karena lift tidak dapat digunakan.

Petugas gabungan dari pemadam kebakaran, kepolisian, dan tenaga medis langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Fokus utama saat kejadian berlangsung adalah mengevakuasi penghuni yang masih berada di dalam gedung serta memastikan tidak ada korban jiwa.

Baca juga: Doctor on the Edge, Drama Medis Romantis Tayang Juni 2026 Dibintangi Lee Jae Wook dan Shin Ye Eun

Baca juga: Huawei FreeBuds Pro 5 Resmi Dijual di Indonesia, TWS Premium dengan Fitur ANC AI dan Audio Hi-Res

Baca juga: Siapa Pemilik Daycare Little Aresha Jogja? Fakta di Balik Kasus Viral Tentang Penelantaran dan Kekerasan Pada Anak Dibawah Umur

Berdasarkan data sementara, sebanyak 89 penghuni berhasil dievakuasi keluar dari apartemen. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan menyisir setiap lantai guna memastikan tidak ada warga yang tertinggal di dalam unit hunian. Pendataan juga terus dilakukan karena diduga masih ada penghuni yang telah keluar lebih awal tanpa terdata oleh petugas.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya 20 orang harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit akibat mengalami sesak napas. Mereka terpapar asap pekat yang menyebar melalui sistem ventilasi dan jalur kabel di dalam gedung. Para korban langsung mendapatkan penanganan awal di lokasi sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat seperti RS Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Tarakan.

Gangguan pernapasan menjadi dampak utama dari insiden ini. Asap tebal yang berasal dari titik kebakaran menyebar dengan cepat ke berbagai lantai, menyebabkan kondisi udara di dalam gedung menjadi berbahaya. Sejumlah penghuni bahkan dilaporkan kesulitan bernapas dan harus segera dievakuasi oleh petugas menggunakan peralatan khusus.

Salah satu penghuni mengungkapkan bahwa asap sudah memenuhi bagian bawah gedung sehingga mereka tidak dapat turun. Beberapa warga memilih naik ke lantai lebih tinggi untuk mencari udara yang lebih bersih sambil menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran. Situasi tersebut menunjukkan betapa cepatnya asap menyebar dan memperburuk kondisi di dalam bangunan.

Selain itu, sejumlah penghuni sempat mencoba melakukan evakuasi mandiri melalui lift maupun tangga darurat. Namun upaya tersebut terhambat karena lift dipenuhi asap dan tidak dapat digunakan dengan aman. Akhirnya, banyak dari mereka memilih bertahan di dalam unit sambil menunggu bantuan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST