Mengenal The Hacktivist Group 313: Kelompok Peretas di Balik Gelombang Serangan Siber Global yang Berbasis di Iran
--
- Distributed Denial of Service (DDoS): Melumpuhkan situs web pemerintah dan korporasi dengan membanjiri trafik hingga sistem tidak bisa diakses. Salah satu kasus terbaru adalah gangguan pada platform sosial media Bluesky dan situs kementerian di Bahrain.
- Wiper Malware: Serangan yang lebih destruktif di mana peretas tidak hanya mencuri data, tetapi menghapusnya secara permanen untuk melumpuhkan operasional target. Mereka pernah mengklaim melakukan serangan wiper terhadap perusahaan teknologi medis besar.
- Website Defacement: Mengubah tampilan halaman depan situs web dengan pesan-pesan politik dan propaganda kelompok.
- Spear-Phishing: Mengirimkan dokumen palsu (seperti PDF pembaruan software) untuk mendapatkan akses ke akun administratif organisasi.
Baca juga: Daycare di Umbulharjo Jogja Disegel Polisi! Diduga Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
Kelompok 313 tidak bekerja sendirian. Mereka merupakan bagian dari koalisi yang disebut Islamic Cyber Resistance Axis, yang mencakup kelompok lain seperti RipperSec dan Moroccan Black Cyber Army. Melalui kanal Telegram resmi mereka, kelompok ini sering membagikan "target list" dan bukti tangkapan layar (screenshot) hasil retasan mereka sebagai bentuk pembuktian kekuatan (proof of concept).
Motivasi di Balik Serangan
Motivasi utama kelompok ini adalah politik dan ideologi. Mereka secara terbuka menyatakan bahwa serangan siber yang dilakukan merupakan bentuk balasan atas kebijakan luar negeri Barat di Timur Tengah.
Analis keamanan siber menyebut bahwa meskipun klaim mereka sering kali dilebih-lebihkan (seperti jumlah data yang dicuri), dampak nyata yang ditimbulkan pada layanan publik dan kepercayaan pengguna tetap menjadi ancaman serius.
Para ahli menyarankan agar organisasi memperkuat pertahanan cloud mereka dan memantau aktivitas mencurigakan di kanal-kanal komunikasi gelap (Dark Web) untuk mengantisipasi gerakan kelompok 313 yang semakin agresif di tahun 2026 ini.