Thursday 23rd of April 2026

Identitas Joki UTBK 2026 Unesa Terungkap Berkat Teknologi Generate AI yang Temukan Kemiripan Wajah Sebanyak 95% Dengan Data Tahun Lalu

Identitas Joki UTBK 2026 Unesa Terungkap Berkat Teknologi Generate AI yang Temukan Kemiripan Wajah Sebanyak 95% Dengan Data Tahun Lalu

--

Martadi menambahkan bahwa joki berusia sekitar 24 tahun tersebut telah terlatih menghafal profil keluarga pemesan untuk mengelabui petugas di ruang ujian.

Pihak kampus memastikan peserta yang menggunakan jasa joki tersebut otomatis gugur dan mendapat sanksi daftar hitam untuk masuk perguruan tinggi negeri.

“Ketentuannya begitu mereka ketahuan, baik joki maupun yang di joki, maka otomatis mereka akan digugurkan dan di-blacklist masuk PTN,” jelas Martadi.

Unesa kini menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian untuk mendalami jaringan nasional yang menggerakkan aksi kriminal pada sektor pendidikan tersebut.

Baca juga: Belajar dari Kasus Batu Alam Adventure! Fakta Izin Ilegal di Balik Tragedi Maut Arung Jeram

Baca juga: Komunitas CDID Berduka, Meninggalnya Muhammad Faris Husain Menyisakan Karya yang Begitu Berarti bagi Pemain

Baca juga: Akhir Era The Beast! Brock Lesnar Berikan Salam Perpisahan Mengharukan di WrestleMania Jadi Sorotan

Peserta Seleksi Terancam Di-Blacklist dari PTN Seumur Hidup

Tak hanya pelaku joki UTBK 2026 yang terancam mendapatkan hukuman, peserta seleksi yang menyewa jasa tersebut akan didiskualifikasi serta di-blacklist dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seluruh Indonesia untuk seumur hidup.

“Karena ini sangat mencederai dari tujuan pendidikan kita yang mengedepankan integritas dan kejujuran. Jadi, boleh saja kita melakukan kekeliruan di dalam proses-proses keilmuan, tapi tidak boleh tidak jujur,” ucap Atip.

Hal itu dilakukan untuk mencegah peserta melakukan tindakan serupa di tahun-tahun berikutnya. “Ya, sekarang enggak ada ditemukan dan setelah dia diterima itu, ditemukan bukti-bukti itu, maka menurut saya itu harus dikeluarkan,” tandasnya.

Terkait kasus joki UTBK 2026 yang tertangkap di Unesa, Polrestabes Surabaya sedang menanganinya.

“Ya benar (pelaku diperiksa),” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Edy Herwiyanto saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026), dikutip dari Kompas.com.

Ia menuturkan, sejauh ini pelaku joki masih menjalani pemeriksaan mendalam.

“Masih dalam pemeriksaan ya,” ucapnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST