Wednesday 6th of May 2026

Disdikpora DIY Lakukan Evaluasi Menyeluruh, Usai Tawuran Pelajar di Mandala Krida Jogja Memanas!

Disdikpora DIY Lakukan Evaluasi Menyeluruh, Usai Tawuran Pelajar di Mandala Krida Jogja Memanas!

--

Menanggapi kekhawatiran tentang kesenjangan signifikan dalam pengawasan antar sektor selama jam kerja, Setiadi menguraikan strategi konkret untuk mengkoordinasikan keterlibatan petugas kepolisian, masyarakat setempat (desa), dan sekolah.

“Kami sepakat bahwa keberhasilan PKJ sangat bergantung pada kekuatan ekosistem. Oleh karena itu, langkah konkret yang akan kami lakukan adalah membentuk dan menguatkan jejaring pengawasan terpadu antara sekolah, orang tua, masyarakat kampung, dan aparat keamanan, terutama pada waktu-waktu rawan seperti kelulusan.

Baca juga: Kronologi Kasus Michael Putra Tarigan, Pemilik Kantor Firma Hukum Gelapkan Dana Klien!

Baca juga: TNI Ngamuk di Warung Madura Viral di Media Sosial, Tanggapan TNI AD Tuai Kontroversi!

Penerapan sistem deteksi dini di sekolah, termasuk pemetaan potensi konflik antar kelompok siswa dan monitoring aktivitas pasca jam sekolah. Koordinasi intensif dengan kepolisian dan perangkat daerah lintas sektor untuk patroli preventif dan pengamanan titik-titik rawan.

Pelibatan masyarakat kampung melalui forum komunikasi lingkungan atau jaga warga untuk ikut mengawasi dan memberikan edukasi sosial kepada pelajar. Optimalisasi peran Pokja Budaya Sekolah Aman Nyaman di Satuan Pendidikan dan di tingkat daerah sebagai simpul koordinasi lintas sektor.

Dengan orkestrasi ini, kita harapkan potensi konvoi atau pergerakan yang berisiko dapat dicegah sejak dari lingkungan sekolah, bukan setelah terjadi di jalan. Kami mengajak seluruh pihak sekolah, orang tua, masyarakat, dan para siswa untuk bersama-sama menjaga Yogyakarta sebagai ruang pendidikan yang aman dan berbudaya.

Baca juga: Kronologi Kasus Michael Putra Tarigan, Pemilik Kantor Firma Hukum Gelapkan Dana Klien!

Pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya, menjelaskan secara rinci.

Ia menambahkan bahwa langkah-langkah pencegahan telah diambil jauh sebelum hari wisuda, melalui komunikasi resmi kepada seluruh kepala sekolah. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan pengabaian terhadap instruksi tersebut.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST