Video Siswa SMA Negeri 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah pada Guru Viral Media Sosial, Federasi Guru Soroti Sanksinya
--
BERANDAKITA.ID – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai video Siswa SMA Negeri 1 Purwakarta acungkan jari tengah ramai-ramai yang viral di TikTok dan Twitter. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!
Media sosial menjadi salah satu platform untuk berbagi informasi. Namun terkadang, cepatnya informasi yang berkembang membuat banyak hal negatif viral dalam waktu yang singkat. Terdapat beberapa media sosial ternama yang sering digunakan warga Indonesia, yaitu TikTok dan Twitter.
TikTok merupakan sebuah layanan hosting video berdurasi pendek yang dimiliki oleh perusahaan Tiongkok, ByteDance. TikTok menghosting video yang dikirimkan pengguna, yang dapat berdurasi mulai dari 3 detik hingga 10 menit. Sedangkan Twitter adalah sebuah layanan jejaring sosial dan mikroblogging dengan fasilitas mengirim teks info pada akun pengguna dengan panjang maksimum 140 karakter melalui SMS, pesan instan atau surat elektronik.
Baca juga: Apa Itu Festival Songkran? Kemeriahan Tahun Baru Thailand yang Ditandai dengan Perang Air di Jalanan
Kedua media sosial tersebut dihebohkan dengan video dari selebritis cantik dan baru saja viral yaitu Siswa SMA Negeri 1 Purwakarta acungkan jari tengah pada guru. Lantas, mengapa videonya bisa begitu viral? Baca artikel ini sampai habis untuk mengetahui jawabannya!
Video Viral Siswa SMA Negeri 1 Purwakarta
Melansir dari berbagai sumber, sejumlah pelajar di SMA Negeri 1 Purwakarta menjadi sorotan publik setelah terekam melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang guru. Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat para siswa secara bersama-sama mengacungkan jari tengah, sehingga memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Pengamat pendidikan Agus Muharam menyampaikan rasa prihatin dan kekecewaannya atas kejadian tersebut. Ia menilai perilaku para siswa bertolak belakang dengan upaya penanaman karakter yang selama ini dijalankan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui program Gapura Panca Waluya.