Viral! Nggravel Blitar 2026 Diikuti 360 Cyclist Dari 13 Provinsi Race 100 Km dan Non-race 80 Km
--
Perubahan cahaya yang drastis menjadi pemicu utama. Kacamata photocromic yang dikenakan Abid masih dalam kondisi gelap karena merespons teriknya cahaya matahari di rute sebelumnya. Sehingga ketika memasuki area hutan yang rimbun dan redup, pandangannya seketika tertutup.
"Pandangan langsung auto gelap. Saya jadi tidak bisa mengidentifikasi lubang dan rintangan di depan," kenang Abid. Ia pun kehilangan kendali, terjatuh, dan mengalami cedera serius pada pergelangan tangannya.
Baca juga: Akhir Era The Beast! Brock Lesnar Berikan Salam Perpisahan Mengharukan di WrestleMania Jadi Sorotan
Walaupun terjatuh di lokasi yang cukup menantang, bantuan datang dalam hitungan menit. Tim Gerak Cepat (TGC) bermotor yang bersiaga di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan pertama. Sekitar 15 menit berselang, ambulans tiba untuk mengevakuasi Abid ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Abid kemudian dirujuk ke RS Ngudi Waluyo untuk tindakan intensif. "Penanganannya sangat gercep (gerak cepat), sat-set. Mulai dari penanganan awal di lokasi, penjemputan menuju RS, pendampingan selama perawatan, bahkan sampai urusan asuransi pasca-event pun dibantu," ujar cyclist asal Yogyakarta tersebut.
Selain Abid, Mohamad Rijal Odin, cyclist asal Sleman, juga menerima manfaat atas kegesitan tim medis Nggravel Blitar 2026. Cyclist 49 tahun itu mengalami Hipoglikemia atau gula darah rendah karena kurangnya konsumsi karbohidrat yang cukup sebelum gowes. "Kemarin itu badan kayak kesemutan. Terus mata mulai agak gelap. Dicek oleh petugas Puskesmas, katanya kurang sarapan saja," kata Rijal sembari tertawa.
Demikianlah informasi mengenai berita yang tengah viral diantara masyarakat tanah air ini yang membahas mengenai Nggravel Blitar 2026. Jadi Pastikan kamu mengikuti kami untuk terus mendapatkan informasi terupdate!