Video Viral Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos Sampai Ancam Pakai Celurit Karena Dikatai MISKIN!
--
Ia lalu masuk ke kelas dan meminta siswa yang mengucapkan kalimat tersebut untuk mengaku. Salah satu siswa mengaku sebagai pelaku, namun menurut Agus, siswa itu justru menantangnya sehingga ia mengaku menampar sebagai bentuk pembinaan moral.
Kejadian semakin memanas karena siswa tersebut bereaksi dengan kemarahan. Konflik semakin memanas hingga beberapa siswa menyebut Agus telah menghina murid dengan sebutan ‘miskin’, tudingan yang dibantah Agus.
“Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, ‘kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam’. Itu secara motivasi pembicaraan,” ungkapnya.
Agus mengaku sempat memberikan pilihan kepada siswa untuk membuat petisi jika tidak menginginkan dirinya mengajar lagi, atau meminta siswa memperbaiki sikap. Namun, adu mulut ini berujung menjadi adu jotos.
“Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh saya,” ujarnya.
Konflik berlanjut hingga jam belajar usai. Agus mengaku sempat mengacungkan celurit sebagai gertakan agar siswa membubarkan diri, namun justru mendapat lemparan batu.
“Kebetulan kami itu SMK pertanian, memang kayak cangkul dan celurit lainnya memang tersedia di kantor. Kenapa saya memakai itu? Agar mereka bubar, tidak ada niat lain saya untuk itu. Pada kenyataannya mereka juga tidak bubar, malah melempari saya dengan batu,” terang Agus.
Keterangan Kepolisian
Menanggapi kejadian itu, aparat kepolisian bersama unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan memfasilitasi proses mediasi.
Kapolsek Berbak, Iptu Hans Simangunsong, membenarkan bahwa pertemuan melibatkan pihak sekolah, guru, siswa, serta orang tua telah diupayakan.