Apa Itu Sekolah Maung? Terobosan Pendidikan Unggulan Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Kini Sudah Diresmikan!
--
- Sistem Seleksi Jalur Prestasi 100%: Penerimaan siswa baru tidak lagi didasarkan pada jarak rumah (zonasi), melainkan murni melalui jalur prestasi yang terukur. Seleksi ini mencakup kombinasi Nilai Rapor, Tes Kemampuan Akademik (TKA), prestasi non-akademik, hingga afirmasi khusus bagi siswa yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas suatu inovasi.
- Kapasitas Kelas Lebih Sedikit: Demi menjaga kualitas pembinaan intensif, daya tampung diproyeksikan hanya berisi maksimal 32 siswa per kelas dengan batasan paling banyak 12 rombongan belajar (rombel) di setiap satuan pendidikan.
- Kurikulum Fleksibel Berbasis DNA Bakat: Struktur kelas akan dikelompokkan secara spesifik sesuai minat terdalam siswa. Sekolah memfasilitasi enam bidang keahlian utama, yaitu: Teknologi Informasi, Otomotif, Kelautan, Pertanian, Elektro, dan Olahraga/Seni.
Daftar Sekolah yang Dilibatkan dan Pengecualian Kota Bandung
Baca juga: Link Gratis Nonton Film The Bell: Panggilan untuk Mati (2026): Teror Lonceng Keramat dari Belitung
Baca juga: Disdikpora DIY Lakukan Evaluasi Menyeluruh, Usai Tawuran Pelajar di Mandala Krida Jogja Memanas!
Dalam rencana strategis implementasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak mendirikan bangunan fisik sekolah baru dari nol. Kebijakan yang diambil adalah mengoptimalkan dan memperbarui status prasarana dari sekolah-sekolah favorit legendaris yang sudah ada sebelumnya. Total 41 sekolah tersebut terdiri atas 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri yang tersebar secara merata di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Berdasarkan aturan teknis pembagian wilayah, setiap kabupaten/kota umumnya hanya diwakili oleh satu SMA Negeri Maung. Namun, Kota Bandung menjadi satu-satunya daerah yang mendapatkan pengecualian khusus dengan langsung menunjuk dua sekolah legendaris sekaligus, yaitu SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung, karena rekam jejak historis dan kualitas mutunya yang dinilai siap menjadi pilot project nasional.
Meskipun mendapatkan dukungan penuh dari institusi pendidikan tinggi terkemuka seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam perumusan kurikulum standar global, proyek ambisius ini sempat memanen kritik dari sebagian masyarakat dan komunitas alumni di media sosial.
Keresahan netizen terutama dipicu oleh rencana perubahan nama resmi sekolah legendaris (nomenklatur) seperti SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung yang dinilai berpotensi mengaburkan nilai sejarah panjang sekolah yang sudah berdiri sejak zaman kolonial (tahun 1916).
Merespons gelombang dinamika tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa penerapan nama resmi "Sekolah Maung" saat ini masih dalam tahap pengusulan dan koordinasi intensif guna menunggu persetujuan legal dari pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di tingkat pusat.