• Kamis, 27 Januari 2022

WHO: Belum Ada Bukti Varian Omicron Menular Lebih Cepat, Tetap Waspada tapi Jangan Panik  

- Selasa, 30 November 2021 | 08:00 WIB
Dunia sekarang sedang khawatir Covid-19 varian Omicron yang disebut-sebut lebih cepat menular  (Anton Raharjo)
Dunia sekarang sedang khawatir Covid-19 varian Omicron yang disebut-sebut lebih cepat menular (Anton Raharjo)

BERANDAKITA.COM, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO hingga kini masih memerlukan penelitian yang lebih komprehensif untuk mencari bukti mengenai tingkat penularan atau keparahan Covid-19 varian Omicron

“Apakah varian Omicron lebih cepat menular dibandingkan varian lain, termasuk Delta? Ini masih belum jelas,” ujar WHO dalam sebuah pernyataan dikutip oleh Kantor Berita Turki Anadolu Agency. 

Meski ada penambahan jumlah kasus positif dan pasien rawat inap Covid-19 di Afrika Selatan, yang diduga menjadi tempat asal varian Omicron berasal, namun hal ini tidak serta merta berarti penularan dan keparahan varian ini lebih tinggi dibanding varian lain. 

Berdasarkan informasi yang terbatas, WHO juga memeringatkan bahwa individu yang sebelumnya terkena Covid-19 dapat terinfeksi ulang dengan mudah akibat varian Omicron dibandingkan dengan varian lain. 

“Sementara penelitian sedang dilakukan untuk menemukan efektivitas vaksin Covid-19 dan tes saat ini pada varian baru, obat yang digunakan dalam pengobatan virus korona masih efektif dalam pengobatan Omicron,” kata WHO.

Baca Juga: Ibadah Umrah akan Makin Mudah, Simak Kemajuan Negosiasi Indonesia-Arab Saudi

Infeksi Omicron di Belanda 

Belanda mendeteksi 13 kasus varian Omicron dari virus Covid-19 yang pertama kali muncul di Afrika Selatan. 

Institut Nasional Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM) mengatakan bahwa mereka yang terinfeksi varian Omicron datang dari Afrika Selatan ke Belanda pada Jumat.

“Hasil awal dari genome sequencing menunjukkan varian Omicron (B.1.1.529) pada 13 sampel dari tes positif. Sequencing belum selesai. Kemungkinan varian baru akan ditemukan di lebih banyak sampel tes,” tambah RIVM.

Halaman:

Editor: Tonthowi Jauhari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir 2021 Vaksinasi Ditarget Capai 300 Juta Dosis

Rabu, 10 November 2021 | 07:03 WIB

Terpopuler

X