• Kamis, 27 Januari 2022

HARI PAHLAWAN: Peran Penting Tokoh Muhammadiyah Sebagai Pahlawan Nasional

- Senin, 8 November 2021 | 18:04 WIB
KH. Ahmad Dahlan dan Nyi Walidah Dahlan diangkat menjadi pahlawan nasional karena turut membangkitkan pembaharuan Islam, pergerakan perempuan, dan pendidikan nasional melalui organisasi Muhammadiyah dan Aisiyah.  (muhammadiyah.or.id)
KH. Ahmad Dahlan dan Nyi Walidah Dahlan diangkat menjadi pahlawan nasional karena turut membangkitkan pembaharuan Islam, pergerakan perempuan, dan pendidikan nasional melalui organisasi Muhammadiyah dan Aisiyah. (muhammadiyah.or.id)

BERANDAKITA, JAKARTA – Dengan umur yang lebih tua dari Indonesia, Muhammadiyah sedari lama menjadi penjaga bangsa dari rongrongan penjajah dan kolonialisme.

Banyak tokoh Muhammadiyah yang mengabdi untuk bangsa dan negara. Melalui momentum Hari Pahlawan, Haedar Nashir mengenang jasa para pahlawan yang lahir dari persyarikatan Muhammadiyah.

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang lahir tahun 1912 dan berkiprah baik dalam perjuangan pra-kemerdekaan maupun setelah meraih kemerdekaan. Para pahlawan yang terkait langsung dan memiliki kedekatan serta sosial original dengan Muhammadiyah telah hadir menjadi bagian dari perjuangan pahlawan bangsa,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah ini pada Senin (08/11).

Ahmad Dahlan dan Nyi Walidah Dahlan diangkat menjadi pahlawan nasional karena turut membangkitkan pembaharuan Islam, pergerakan perempuan, dan pendidikan nasional melalui organisasi Muhammadiyah dan Aisiyah.

Kader Hizbul Wathan Soedirman pun dianugerahi gelar pahlawan nasional lantaran berjuang mengangkat senjata melawan penjajah.

Soekarno dan Fatmawati sebagai dua sosok yang lahir dari rahim Muhammadiyah turut mendapat gelar pahlawan nasional berkat kontribusi dan kegigihannya untuk bangsa dan negara.

“KH. Ahmad Dahlan dan Nyi Walidah Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah-Aisyiyah telah diangkat menjadi pahlawan nasional. Begitu pula dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang dikenal sebagai pejuang perang gerilya dan Bapak TNI-Polri. Demikian juga Soekarno dan Fatmawati lahir dari pergerakan Muhammadiyah dan menjadi bagian dari Muhammadiyah, biarpun tentu semuanya milik bangsa,” ujar Haedar seperti dilansir laman www.muhammadiyah.or.id.

Ada pula nama Gatot Mangkoepradja dianugerahi pahlawan nasional yang mengusulkan pembentukan Tentara Pembela Tanah Air (PETA).

Begitu pula dengan Nani Wartabone merupakan seorang tokoh perjuangan Indonesia asal Gorontalo dan penentang kolonialisme yang aktif berorganisasi di Muhammadiyah.

Halaman:

Editor: Khairul Azhar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Apakah Ada Kenaikan

Senin, 15 November 2021 | 06:00 WIB

Terpopuler

X