• Selasa, 30 November 2021

Pemerintah Tak Ingin Ada Hari Kejepit, Libur Maulid Nabi Digeser Ya

- Senin, 18 Oktober 2021 | 13:22 WIB
Ilustrasi: Tulisan Muhammad
Ilustrasi: Tulisan Muhammad

BERANDAKITA.COM, JAKARTA -- Pemerintah tidak ingin ada hari “kejepit”, sehingga libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digeser dari tanggal 19 Oktober menjadi 20 Oktober. 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan masyarakat biasanya memanfaatkan hari “kejepit” untuk memperpanjang libur. 

Hari “kejepit” adalah hari kerja yang diapit dua hari libur

Keputusan pemerintah untuk menggeser libur nasional adalah untuk mengurangi pergerakan massa secara besar di waktu yang sama.  

“Pertimbangannya semata-mata adalah untuk menghindari masa libur yang panjang karena di celah antara hari libur dengan libur reguler itu ada hari kejepit yaitu Senin,” ungkap Menteri Muhadjir. 

Setiap ada libur panjang, kata dia pasti diikuti pergerakan orang besar-besaran dari satu tempat ke tempat yang lain yang akan berakibat kenaikan penularan Covid-19. 

Sebelumnya diberitakan libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digeser menjadi 20 Oktober.

Kebijakan ini ada dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 3 tahun 2021 tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama 2021.

Pergeseran hari libur dilakukan pemerintah untuk mengendalikan penularan Covid-19. 

Pemerintah menghindari adanya long weekend yang berpotensi mendorong penumpukan masyarakat pada waktu dan tempat tertentu sehingga meningkatkan potensi penyebaran Covid-19. 

Halaman:

Editor: Tonthowi Jauhari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X