• Kamis, 27 Januari 2022

Foto Mantan Ketua PBNU Idham Chalid Dipasang di Uang Rp5.000, Sosoknya Jujur dan Sederhana

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:08 WIB
Kyai Haji Idham Chalid (Kemensos )
Kyai Haji Idham Chalid (Kemensos )

BERANDAKITA.COM, JAKARTA -- Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  KH Idham Chalid akan menjadi tokoh Islam yang digambar dalam pecahan mata uang Rp5.000. 

Keluarga dan ahli waris pahlawan nasional itu menyambut baik niat pemerintah tersebut. 

“Kami sekeluarga memberikan izin kepada pemerintah untuk menjadi sosok Pak Idham menjadi gambar pecahan mata uang rupiah. Tentu rencana itu merupakan kebanggaan bagi kami keluarga,” kata istri Idham Chalid, Siti Rokayah, di kediamannya Jakarta (12/10), seperti dikutip dari situs Kementerian Sosial. 

Idham Chalid menduduki sejumlah jabatan, di antaranya, Wakil Perdana Menteri, Menteri Kesejahteraan Rakyat, Menteri Sosial, Ketua DPR/MPR-RI, dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung. 

Meskipun memegang posisi penting di dunia politik dan pemerintahan, Idham tidak pernah memanfaatkannya untuk kepentingan keluarga. 

Rokayah menyatakan Idham Chalid dikenal keluarga sebagai sosok yang sederhana, jujur, dan tidak mentoleransi kolusi.  

Sejak awal menikah, kata dia dia sudah diwanti-wanti suaminya. 

“Kamu saya haramkan memakai uang dari orang lain. Kamu hanya boleh makan dari gaji Pak Idham,” ujar Rokayah.  

“Kalau ada tamu bawa makanan, saya boleh makan. Tapi kalau uang hanya boleh dari gaji suami. Hati-hati anakmu, jangan sampai darahnya mengalir uang haram,” kata dia. 

Rokayah tidak mendapatkan uang belanja berlebihan.

Bahkan bisa dibilang, uang belanjanya nilainya tidak berubah selama bertahun-tahun. 

“Dikasih uang kaya honorer. Uang pensiun bapak hanya Rp1,1 juta dan dari DPR Rp1,1 juta. Itu aja dimakan. Ada juga uang dari Pemerintah DKI Rp1,5 juta. Ya lumayan buat nyambung-nyambung hidup,” kata dia. 

Demikian pula, kalau bepergian, keluarga lebih banyak naik kendaraan umum. 

“Bapak kan pejabat ya. Tapi tidak ada mobil dinas. Kemana-mana kami naik metromini. 

“Kalau ke rumah sakit, jaman dulu kan yang ada Rumah Sakit Pertamina. Ya naik metromini,” kata dia. 

 Hal sama juga berlaku untuk keluarga.

Tidak ada anggota keluarga yang mendapatkan kesempatan mencicipi fasilitas negara. 

“Tidak ada anak-anaknya yang mendapatkan fasilitas. Bahkan semua anak-anaknya lebih memilih wiraswasta. Anak-anak jualan nasi dan jualan air,” kata Rokayah.

Selama menduduki berbagai jabatan penting, Idham Chalid juga tidak pernah mencari sampingan misalnya dengan berbisnis. 

Dia menolak jabatan sebagai komisaris. 

Sikap jujur dan sederhana tersebut juga ditularkan Siti Rokayah kepada anak-anak dan keluarga. 

“Lihat uang pensiun dari Pak Idham cukup-cukup saja. Ini artinya berkat. Jangan pernah melihat segala sesuatu dari uang. Cari keberkahan,” kata dia. 

 

Menteri Sosial Tri Rismaharini terlebih dahulu telah mengunjungi kediaman sejumlah ahli waris keluarga Pahlawan Nasional. 

Yakni ke kediaman ahli waris Soekarno, Mohammad Hatta, Raden Djuanda Kartawidjaya, dan Cut Meutia. 

Mensos Risma meminta izin keluarga menjadikan para pahlawan sebagai gambar mata uang rupiah. 

Pemilihan tokoh Idham Chalid merupakan bentuk penghargaan dari negara atas jasa-jasa almarhum kepada negara.

 “Selain itu juga sebagai keteladanan. Karena almarhum merupakan tokoh yang sederhana dan jujur,” ujar dia. 

Halaman:
1
2
3

Editor: Tonthowi Jauhari

Artikel Terkait

Terkini

Selandia Baru Konfirmasi Kasus Pertama Varian Omicron

Jumat, 17 Desember 2021 | 10:51 WIB

Terpopuler

X