• Selasa, 30 November 2021

Bismillah, Ini 2 Hal yang Dibahas dalam Persiapan Teknis Umrah oleh Kemenag dan Kemenkes

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:57 WIB
Alhamdulillah, Jamaah Umrah Indonesia Segera Bisa Ke Tanah Suci/ilustrasi (Twitter @haramaininfo)
Alhamdulillah, Jamaah Umrah Indonesia Segera Bisa Ke Tanah Suci/ilustrasi (Twitter @haramaininfo)

BERANDAKITA.COM, JAKARTAKementerian Agama dan Kementerian Kesehatan terus membahas persiapan teknis pelaksanaan umrah di tengah masa pandemi Covid-19 ini.

Dalam rapat Selasa 12 Oktober 2021, Kemenag dan Kemenkes membahas skema akses data jemaah umrah pada aplikasi PeduliLindungi agar dapat dibaca oleh otoritas Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat penyelenggaraan ibadah umrah nanti.

Hadir dalam rapat tersebut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Nur Arifin, Chief Of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes, dan Kepala Bidang pada Pusat Data dan Informasi Kemenkes. Hadir juga perwakilan Satgas Satu Data Vaksinasi Covid-19 PT Telkom dan Tim Siskohat Kemenag.

Nur Arifin mengatakan rapat bersama ini digelar sebagai lanjutan dari pertemuan pertama beberapa hari yang lalu guna memastikan kesiapan penyelenggaraan jika akses jemaah Indonesia untuk beribadah umrah sudah dibuka oleh Arab Saudi.

Kesiapan itu utamanya pada aspek akses data dan penggunaan aplikasi. Sebab, teknis penyelenggaraan umrah di masa pandemi banyak memanfaatkan layanan sistem informasi.

“Alhamdulillah, hari ini kita sampai pada kesepakatan, Kemenkes setuju untuk membuka data pada aplikasi PeduliLindungi dalam rangka mendukung penyelenggaraan ibadah umrah,” terang Nur Arifin di Jakarta, Selasa 12 Oktober 2021 seperti dilansir laman Kemenag, www.kemenag.go.id.

Kemenkes akan menyediakan fasilitas website tertentu bagi publik untuk dapat mengakses data sertifikat vaksin dalam aplikasi PeduliLindungi, saat QR Code dilakukan scanning,” imbuhnya.

Menurutnya, teknis pembukaan akses data ini akan ditindaklanjuti bersama antara Kemenkes dengan Kemenag. Dalam rapat ini ada dua alternatif skema yang muncul.

Pertama, alternatif QR Code dicetak manual dan dibawa masing-masing jemaah. Kedua, QR code dimasukkan dalam aplikasi Siskopatuh dan akan dicetak pada kartu identitas jemaah umrah.

Halaman:

Editor: Sanggono Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Apakah Ada Kenaikan

Senin, 15 November 2021 | 06:00 WIB
X