• Selasa, 30 November 2021

Habib Abubakar Assegaf Jelaskan Dalil Berdiri Saat Perayaan Maulid Nabi Muhammad

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 19:05 WIB
Habib Abubakar Assegaf Jelaskan Dalil Berdiri Saat Perayaan Maulid/ilustrasi (pixabay)
Habib Abubakar Assegaf Jelaskan Dalil Berdiri Saat Perayaan Maulid/ilustrasi (pixabay)

BERANDAKITA.COM, JAKARTA --  Saat ini sudah memasuki bulan Rabiul Awal. Bulan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Di berbagai tempat, kaum muslimin mulai menyiapkan perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal.

Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, berbarengan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW masih ramai pendapat yang menyatakan kegiatan itu sebagai bid’ah.

Salah satu yang sering dipertanyakan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad adalah praktik mengambil posisi berdiri dari duduk sebagai penghormatan menyambut ‘kedatangan’ Banginda Nabi Muhammad.

Ulama asal Jawa Timur Habib Abubakar Assegaf, melalui akun Twitter-nya @abubakarsegaf, menjelaskan landasan atau dalil dari perilaku bangkit berdiri dari duduk ketika pembacaan pujian kepada Nabi Muhammad dalam perayaan maulid.

Berikut penjelasan Habib Abubakar Assegaf dalam kicauan berseri pada 10 Oktober 2021:

#utas Sekelompok orang yang phobia dengan perayaan Maulid, sering mempersoalkan adanya (mahallul qiyam/maqom) berdiri saat lantunan pujian, sholawat & salam kepada Nabi SAW yg biasanya diiringi dengan tabuhan rebana / Dufuf (dalam bahasa arab)

Biasanya mereka menggunakan hadits tentang larangan Nabi SAW untuk berdiri kepada para sahabat saat Nabi datang di majlis / perkumpulan mereka. Mereka memahami larangan itu sebagai “tahrim” ( larangan bermakna haram )

Berikut kami sampaikan, pada suatu saat Nabi SAW datang di tengah2 sahabat yang sedang berkumpul, lalu mereka semua berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada Insan termulia itu

Halaman:

Editor: Khairul Azhar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir 2021 Vaksinasi Ditarget Capai 300 Juta Dosis

Rabu, 10 November 2021 | 07:03 WIB
X