• Selasa, 30 November 2021

Menkeu Sri Mulyani: Keseimbangan Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi dan Menyehatkan Anggaran

- Rabu, 29 September 2021 | 17:26 WIB
Sri Mulyani: Keseimbangan Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi dan Menyehatkan APBN (kemenkeu.go.id)
Sri Mulyani: Keseimbangan Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi dan Menyehatkan APBN (kemenkeu.go.id)

BERANDAKITA.COM -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan fokus APBN tahun 2022 adalah kombinasi antara menjaga momentum pemulihan ekonomi dan pada saat yang sama, mulai bertahap menyehatkan kembali APBN.

Oleh karena itu, fokus kebijakan fiskal tahun 2022 adalah pemulihan ekonomi, reformasi struktural, dan konsolidasi fiskal.

“Sebetulnya semenjak kita lihat terjadinya penerimaan negara yang cukup kuat sampai dengan bahkan Agustus ini, kita memiliki harapan bahwa konsolidasi fiskal bisa berjalan tanpa mendisrupsi momentum pemulihan ekonomi itu,” kata Menkeu Sri Mulyani.

Dia berbicara secara daring dalam CIMB Niaga Forum Indonesia Bangkit bertajuk Indonesia Berdaya 2022: Optimisme Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (29 September 2021).

Sebagai instrumen countercyclical, APBN tahun 2022 harus tetap efektif sebagai instrumen kebijakan, berdaya tahan, mampu menavigasi risiko, dan sustainable untuk mendukung akselerasi pemulihan ekonomi dan pelaksanaan reformasi struktural, termasuk dalam menangani Covid-19.

“Jadi bagaimana transisi pandemi menjadi endemik ini kita tetap akan melakukan vaksinasi, termasuk boosting, protokol kesehatan, meningkatkan fasilitas kesehatan, dan juga menjaga dari sisi kemampuan untuk testing dan tracing,” ujar Menkeu seperti dilansir laman resmi Kemenkeu, www.kemenkeu.go.id.

Sementara itu, bidang perlindungan sosial yang terus diekspansikan semakin ditata oleh Kementerian Sosial dan kementerian terkait. Infrastruktur mulai dibangun dan diakselerasi dengan prioritas yang semakin selektif.

Berbagai reformasi yang dilakukan dalam iklim usaha maupun investasi akan semakin dilengkapi dengan reformasi di bidang SDM. APBN sendiri tetap dan perlu untuk direformasi, termasuk dari sisi penerimaan yaitu perpajakan.

“Kami terus membahas dengan DPR mengenai RUU KUP yang melengkapi langkah-langkah reformasi yang kita lakukan di bidang penerimaan negara,” kata Menkeu.

Halaman:

Editor: Sanggono Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X