• Selasa, 30 November 2021

Hipertensi The Silent Killer: Penyebab Utama Penyakit Jantung, Gagal Ginjal, dan Stroke

- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 16:58 WIB
Hipertensi The Silent Killer: Penyebab Utama Penyakit Jantung, Gagal Ginjal, dan Stroke/ilustrasi (pixabay)
Hipertensi The Silent Killer: Penyebab Utama Penyakit Jantung, Gagal Ginjal, dan Stroke/ilustrasi (pixabay)

 

BERANDAKITA.COM -- Hipertensi atau tekanan darah tinggi, sering disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan. Hipertensi menjadi kontributor tunggal utama untuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia.

Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil tekanan sistol (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan diastol (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg pada lebih dari 1(satu) kali kunjungan.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Diperkirakan hanya 1/3 kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis, sisanya tidak terdiagnosis.

Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr. Erwinanto, Sp. JP(K), FIHA mengatakan kalau seseorang menderita hipertensi dan tidak dikontrol akan menjadi kontributor tunggal yang utama untuk penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

“Setiap peningkatan darah 20/10 mm Hg akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner 2 kali lebih tinggi,” katanya pada konferensi pers Hari Hipertensi Sedunia secara virtual, Kamis (6 Mei 2021) seperti dilansir laman milik Kemenkes, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Hipertensi dapat dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat (kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi garam berlebih), obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan stres. Keberhasilan mengontrol tekanan darah mencapai target terbukti menurunkan kejadian stroke sebesar 30-40% dan kejadian penyakit jantung koroner sebesar 20%.

Konsumsi garam harus diperhatikan, dianjurkan 5 sampai 6 gram perhari. Sayangnya dalam praktek sehari-hari seseorang tidak pernah menghitung berapa banyak konsumsi garam.

Selain mengonsumsi garam, kiat sehat untuk menurunkan hipertensi harus dilakukan. Erwinanto menyarankan untuk perbanyak makan sayur, buah, sedikit lemak jenuh, ikan, dan sedikit gula. Hal itu harus diiringi dengan berolahraga secara teratur 30 menit per hari.

Perlu Dikontrol

Halaman:

Editor: Tonthowi Jauhari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BOOSTER VAKSIN: Perlu Gak Sih, Ini Kata WHO

Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:19 WIB

Stroke Itu Mendadak, Tidak Ada yang Perlahan-lahan

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:31 WIB

Ini Dia Manfaat Daun Kelor untuk Kejantanan  

Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:30 WIB
X