• Sabtu, 27 November 2021

Pencairan KJP Plus November 2021: Jangan Begini, Boleh Begitu

- Selasa, 23 November 2021 | 16:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama penerima KJP Plus.  Pencairan KJP Pus November 2021 belum juga jelas kapan disalurkan Pemrprov DKI meski sekarang sudah memasuki tanggal 23/ilustrasi (jakarta.go.id)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama penerima KJP Plus. Pencairan KJP Pus November 2021 belum juga jelas kapan disalurkan Pemrprov DKI meski sekarang sudah memasuki tanggal 23/ilustrasi (jakarta.go.id)

BERANDAKITA, JAKARTA – Pencairan KJP Pus November 2021 belum juga jelas kapan disalurkan Pemrprov DKI meski sekarang sudah memasuki tanggal 23.

Tentu kabar tentang kapan pencairan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus November 2021 amat ditunggu warga DKI Jakarta. Pasalnya, bersamaan dengan pencairan tersebut akan diketahui daftar penerima bantuan tersebut untuk tahap 2 tahun 2021.

KJP November 2021 menjadi penyaluran perdana bantuan tersebut di tahap 2 tahun 2021. Begitu juga dengan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul atau KJMU.

Menanggapi pertanyaan via media sosial, Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) melalui akun Instagram-nya, upt.p4op, meminta warga memantau media sosial P4OP dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

“@***** Selamat pagi. Terkait pencairan dana KJP Plus dan KJMU Tahap II Tahun 2021 saat ini masih dalam proses. Silakan dimonitor pengumuman pencairannya yang akan dipublikasikan melalui akun media sosial Dinas Pendidikan dan P4OP.

Berikut ini jadwal KJP Plus cair pada bulan-bulan sebelum November 2021:

  • Januari: 5 Januari
  • Februari: 5 Februari
  • Maret: 5 Maret
  • April: 5 April
  • Mei: 11 Mei
  • Juni: 11 Juni
  • Juli: 16 Juni
  • Agustus: 13 Agustus.
  • September: 14 September
  • Oktober: 14 Oktober

Kalau tahun lalu sih, berdasarkan penelusuran www.tentangkita.co, jejaring Tentang Kita, pencairan KJP November 2020 ke rekening ATM Bank DKI penerima dilakukan pada tanggal 27.

Selain kapan pencairan KJP Plus November 2021, pertanyaan lain adalah menyangkut besaran bantuan. Apakah akan tetap atau malah justru bertambah. Berikut ini besaran bantuan KJP pada tahap 1 tahun 2021:

 

Besaran KJP Plus tahap 1 tahun 2021/ilustrasi (kjp.jakarta.go.id)

Sambil menunggu info tentang kapan KJP Plus November 2021 akan cair, silakan simak tentang serba-serbi menyangkut bantuan itu seperti yang dilansir laman www.jakarta.go.id, pada Januari 2021 di bawah ini.

TENTANG KJP PLUS

Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus merupakan program strategis Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan akses kepada warga DKI Jakarta usia sekolah 6-21 tahun dari keluarga tidak mampu, agar dapat menuntaskan pendidikan wajib belajar 12 tahun atau Program Peningkatan Keahlian yang Relevan.

Berdasarkan Pergub No. 4 Tahun 2018 yang telah beberapa kali diubah dengan Pergub No. 46 Tahun 2020, terdapat beberapa tujuan KJP Plus, antara lain:

  • Mendukung terselenggaranya wajib belajar 12 tahun.
  • Meningkatkan akses layanan pendidikan secara adil dan merata.
  • Menjamin kepastian mendapatkan layanan pendidikan.
  • Meningkatkan kualitas hasil pendidikan.
  • Menumbuhkan motivasi bagi peserta didik untuk meningkatkan prestasi.
  • Menarik anak tidak sekolah agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah atau kursus dan pelatihan.

Keunggulan KJP Plus

Sasaran program ini adalah warga berusia 6-21 tahun baik yang sudah bersekolah maupun Anak Tidak Sekolah (ATS);

Besaran dana yang diterima semakin besar berdasarkan masing-masing jenjang;

Dana yang diberikan digunakan untuk ongkos dan uang saku (tunai), serta perlengkapan sekolah (nontunai);

KJP Plus menyediakan Program Bridging, yakni siswa Kelas XII mendapat tambahan dana Rp 500.000 buat persiapan ujian masuk Perguruan Tinggi Untuk SMA atau Biaya Sertifikasi Profesi Untuk SMK;

Penerima KJP Plus tidak hanya mendapatkan dana pendidikan, namun fasilitas pendukung lainnya, seperti naik Transjakarta gratis, masuk Ancol gratis, harga pangan murah, masuk museum gratis, serta masuk Monas dan Ragunan gratis.

Persyaratan KJP Plus

Ada dua kategori untuk mendaftar KJP Plus, yaitu umum dan Kartu Pekerja/JakLingko. Berikut ini persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan diri sebagai calon penerima KJP Plus tahun 2020:

Kategori Umum

  • Terdaftar sebagai peserta didik di Satuan Pendidikan Formal atau Non Formal;
  • Terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) dan/atau sumber data lain yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur (Kepgub);
  • Memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM);
  • Berdomisili dan tercatat dalam Kartu Keluarga Provinsi DKI Jakarta.

Kategori Kartu Pekerja / JakLingko

  • Terdaftar sebagai peserta didik di Satuan Pendidikan Formal atau Non Formal;
  • Memiliki Kartu Pekerja/Jaklingko;
  • Berdomisili dan tercatat dalam Kartu Keluarga Provinsi DKI Jakarta.

Persyaratan KJP Plus

Ada dua kategori untuk mendaftar KJP Plus, yaitu umum dan Kartu Pekerja/JakLingko. Berikut ini persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan diri sebagai calon penerima KJP Plus tahun 2020:

Kategori Umum

  1. Terdaftar sebagai peserta didik di Satuan Pendidikan Formal atau Non Formal;
  2. Terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) dan/atau sumber data lain yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur (Kepgub);
  3. Memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM);
  4. Berdomisili dan tercatat dalam Kartu Keluarga Provinsi DKI Jakarta.

Kategori Kartu Pekerja / JakLingko

  1. Terdaftar sebagai peserta didik di Satuan Pendidikan Formal atau Non Formal;
  2. Memiliki Kartu Pekerja/Jaklingko;
  3. Berdomisili dan tercatat dalam Kartu Keluarga Provinsi DKI Jakarta.

Siswa/i penerima KJP Plus dapat memanfaatkan dana bantuan KJP Plus untuk kebutuhan seperti:

  1. Alat tulis dan perlengkapan sekolah.
  2. Seragam dan kelengkapan.
  3. Komputer dan laptop.
  4. Buku dan penunjang pelajaran
  5. Kacamata dan alat bantu pendengaran.
  6. Kalkulator scientific.
  7. Alat dan/atau bahan praktik.
  8. Alat simpan data elektronik.
  9. Kegiatan ekstrakurikuler.
  10. Obat-obatan yang tidak tergolong dalam zat adiktif atau alat bantu disabilitas untuk peserta didik berkebutuhan khusus.
  11. Makanan bergizi.

Perlu diketahui bahwa dana KJP Plus dilarang digunakan untuk beberapa hal seperti berikut:

  1. Melakukan perbuatan asusila/pergaulan bebas/pelecehan seksual.
  2. Menggunakan dan mengedarkan narkotika dan obat-obatan terlarang.
  3. Terlibat dalam kekerasan atau bullying.
  4. Terlibat tawuran.
  5. Terlibat geng motor/geng sekolah.
  6. Minum minuman keras/minuman beralkohol.
  7. Terlibat pencurian.
  8. Melakukan pemalakan/pemerasan/penjambretan.
  9. Terlibat perkelahian.
  10. Terlibat penipuan.
  11. Terlibat nyontek massal.
  12. Membocorkan soal/kunci jawaban.
  13. Terlibat pornoaksi/pornografi.
  14. Menyebarluaskan gambar tidak senonoh baik secara konvensional maupun melalui media online.
  15. Membawa senjata tajam dan peralatan lain yang membahayakan.
  16. Sering bolos sekolah minimal 4 (empat) kali dalam 1 (satu) bulan.
  17. Sering terlambat tiba di sekolah berturut-turut atau tidak berturut-turut minimal 6 (enam) kali dalam 1 (satu) bulan.
  18. Meminjamkan penggunaan KJP.
  19. Menggandakan/menjaminkan KJP dan/atau buku tabungan dana bantuan biaya personal pendidikan bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu melalui KJP kepada pihak manapun dan dalam bentuk apapun.
  20. Menghabiskan dana bantuan biaya personal pendidikan bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu melalui KJP untuk belanja penggunaan yang tidak secara nyata dibutuhkan oleh peserta didik yang bersangkutan.
  21. Meminjamkan dana bantuan biaya personal pendidikan bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu melalui KJP kepada pihak manapun.
  22. Melakukan perbuatan yang melanggar peraturan tata tertib sekolah/peraturan sekolah.

 Demikian informasi mengenai kapan KJP Plus November 2021 cair termasuk hal yang boleh dan dilarang dalam penggunaan bantuan itu.

Halaman:

Editor: Khairul Azhar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Jadwal Pencairan KJP Plus Sebelum November 2021

Selasa, 23 November 2021 | 16:35 WIB
X