• Kamis, 27 Januari 2022

Realisasi Dana Perlinsos Capai Rp132,5 Triliun untuk Bansos PKH, BSU, BLT Desa, Kartu Sembako

- Selasa, 9 November 2021 | 08:54 WIB
Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) s.d. 5 November 2021 mencapai Rp456,35 triliun atau 61,3% dari pagu Rp744,77 triliun/ilustrasi (pixabay)
Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) s.d. 5 November 2021 mencapai Rp456,35 triliun atau 61,3% dari pagu Rp744,77 triliun/ilustrasi (pixabay)

BERANDAKITA, JAKARTA -- Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) s.d. 5 November 2021 mencapai Rp456,35 triliun atau 61,3% dari pagu Rp744,77 triliun. Jika dilihat per klaster, maka realisasinya adalah sebagai berikut:

  • Realisasi Klaster Kesehatan sebesar Rp126,65 triliun (58,9%);
  • Realisasi Klaster Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebesar Rp132,49 triliun (72,4%);
  • Realisasi Klaster Program Prioritas sebesar Rp72,59 triliun (61,6%);
  • Realisasi Klaster Dukungan UMKM dan Korporasi sebesar Rp63,45 triliun (39,1%);
  • Realisasi Klaster Insentif Usaha sebesar Rp61,17 triliun (97,4%).

Realisasi Klaster Kesehatan yang sebesar Rp126,65 triliun yang utama adalah untuk:

  • Diagnostik (Testing dan Tracing) realisasi sebesar 68,5% atau Rp3,08 triliun;
  • Therapeutic (Insentif dan Santunan Nakes) sebesar Rp14,31 triliun atau 75,6% dari pagu Rp18,94 triliun;
  • Vaksinasi (Pengadaan dan Pelaksanaan) sebesar 45,3% atau Rp26,18 triliun.

Sementara itu, realisasi dari klaster Perlinsos yang sebesar Rp132,49 triliun antara lain digunakan untuk:

  • Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 73,4% atau Rp20,79 triliun dari pagu Rp28,31 triliun
  • Kartu Sembako sebesar 66,6% atau Rp33,22 triliun dari pagu Rp49,89 triliun
  • BLT Desa sebesar 64,00% atau Rp18,43 triliun dari pagu Rp28,80 triliun
  • Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 75,60% atau Rp6,65 triliun dari pagu Rp8,80 triliun.

Untuk kondisi makro ekonomi, indikator utama Sektor Eksternal menunjukkan resiliensi yang baik hingga awal November 2021.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (8 November 2021), posisi Cadangan Devisa dan Surplus Neraca Perdagangan Indonesia relatif terus meningkat sejak 2019 hingga Oktober 2021.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Nilai Tukar memiliki tren fluktuatif, tetapi tetap membaik pada awal bulan ini.

Indonesia juga berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,51% (YoY) pada Kuartal III-2021.

Dengan momentum perekonomian yang masih dalam jalur positif dan terus membaik, Pemerintah optimistis perekonomian nasional akan mencatatkan pertumbuhan 3,7% s.d. 4,0% (YoY) selama tahun 2021, dan di tahun 2022 diproyeksikan akan tumbuh 5,2% (YoY).

“Hal ini sejalan dengan proyeksi dari berbagai Lembaga Internasional,” ujar Menko Airlangga.

Halaman:

Editor: Khairul Azhar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X