• Minggu, 5 Desember 2021

Pemerintah Ingin Banyak Wirausahawan Muda, Mahasiswa Bisa Akses KUR

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:32 WIB
Usaha kerupuk Sumiati di Bondowoso berkembang berkat PNM Mekaar (pnm)
Usaha kerupuk Sumiati di Bondowoso berkembang berkat PNM Mekaar (pnm)

BERANDAKITA.COM, JAKARTA -- Pemerintah berusaha memperbanyak pengusaha dari kalangan mahasiswa untuk mencapai target 3,9 persen wirausahawan baru dari pemuda pada 2024. 

“Untuk mendukung mahasiswa berwirausaha, pemerintah mendukung dengan cara menyediakan modal kerja. Sebagian mahasiswa memulai usaha dari skala UMKM karena itu diperkenalkan KUR (Kredit Usaha Rakyat),” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam sosialisasi dalam Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Goes to Campus, Selasa. 

Menurut dia untuk menyerap tenaga kerja dan menjadi negara maju, Indonesia harus bisa menciptakan para wirausahawan muda.

“Sosialisasi KUR kepada akademisi hari ini diharapkan bisa dilakukan sebagai perwujudan kolaborasi antara Pemerintah dengan lembaga penyalur KUR,” ujar dia. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus berupaya merumuskan kebijakan strategis bagi UMKM untuk mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan. 

Salah satu upayanya adalah meningkatkan akses pembiayaan dengan menerbitkan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial atau rasio kredit UMKM bagi perbankan. 

Ini adalah upaya memperluas cakupan pembiayaan kredit UMKM dengan memperhatikan keahlian dan model bisnis bank, di antaranya pembiayaan yang dapat dilakukan langsung melalui rantai pasok, lembaga jasa keuangan, pembelian surat berharga, dan pembiayaan lainnya yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Pemerintah meningkatkan plafon KUR sebanyak dua kali di tahun 2021, yang pertama sebesar Rp220 triliun menjadi Rp253 triliun, dan terakhir ditingkatkan menjadi Rp285 triliun rupiah.

Selain itu ada juga tambahan subsidi bunga dari 6 persen menjadi 3 persen pada 2021. 

“Ini juga diikuti dengan persyaratan yang dipermudah dan Kredit Tanpa Agunan dinaikkan dari 50 juta rupiah menjadi 100 juta rupiah,” jelas Menko Airlangga. 

Pemerintah juga melakukan relaksasi KUR, termasuk penundaan angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu dan tambahan limit plafon KUR serta relaksasi persyaratan administrasi.

Di Indonesia, indikator utama perekonomian mengkonfirmasi kinerja pemulihan yang terus menunjukkan prospek perbaikan. 

Diperkirakan keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 bisa mencapai 3,7 persen - 4,5 persen.




Halaman:

Editor: Tonthowi Jauhari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X