• Minggu, 5 Desember 2021

Apapun Postingan di Instagram P4OP, Pertanyaannya ‘Kapan KJP Oktober Cair’?

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:06 WIB
Tanggal 13, 14 atau 16 KJP Plus Oktober 2021 Cair?/ilustrasi (disdik dki)
Tanggal 13, 14 atau 16 KJP Plus Oktober 2021 Cair?/ilustrasi (disdik dki)

BERANDAKITA.COM, JAKARTA – Bantuan lewat Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus periode Oktober 2021 agaknya amat ditunggu-tunggu warga Ibu Kota.

Anda bisa cek di Instagram P4OP Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Apapun yang di-posting, selalu ada pertanyaan warganet yang kira-kira berbunyi, “KJP Oktober kapan cair.

P4OP adalah Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan. Lembaga ini yang mengurus tentang penyaluran KJP Plus untuk warga Ibu Kota.

Namun, akun media sosial P4OP dan juga Dinas Pendidikan DKI belum memberikan keterangan tentang kapan KJP Plus Oktober 2021 cair.

Menurut catatan berandakita, sejak lima bulan lalu, KJP Plus selalu cair di atas tanggal 10. Pada Mei dan Juni 2021, bantuan itu mengucur ke rekening ATM Bank DKI warga pada tanggal 11.

Nah, pencairan KJP Oktober 2021 bisa dipastikan tidak akan cair tanggal itu karena sekarang sudah memasuki hari ke-11.

Selanjutnya, pada Juli, pencairan KJP Plus tahap 1 tahun 2021 mundur menjadi tanggal 16. Disusul Agustus tanggal 13 dan September tanggal 14. Bagaimana dengan pencairan KJP Plus Oktober 2021?

Berikut jadwal lengkap pencairan KJP Plus periode sebelum Oktober 2021:

  1. 1.Januari: 5 Januari
  2. 2.Februari: 5 Februari
  3. 3.Maret: 5 Maret
  4. 4.April: 5 April
  5. 5.Mei: 11 Mei
  6. 6.Juni: 11 Juni
  7. 7.Juli: 16 Juni
  8. 8.Agustus: 13 Agustus.
  9. 9.September: 14 September

KELEBIHAN DANA

Nah, kalau jadwal pencairan KJP Plus Oktober 2021 sudah dirilis, penerima harus memantau jumlah dana yang masuk.

Pasalnya, pada penyaluran September 2021, ada laporan dari warga yang menyatakan dana yang masuk di rekening ATM Bank DKI mereka berlebih.

Hal itu dialami oleh Hadi, orang tua dari Panji yang bersekolah di salah satu SMK di Jakarta. Anaknya sudah menerima bantuan KJP Plus periode September 2021 pada tanggal 24.

Namun, ketika mengecek ATM Bank DKI, ada tambahan dana masuk senilai Rp450 ribu rupiah. “Apakah ini KJP untuk Oktober 2021, ya Pak,” tanya Hadi kepada berandakita pada 2 Oktober 2021.

Media sosial Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) DKI Jakarta sempat memberikan penjelasan kepada warga tentang ada dana berlebih di rekening ATM Bank DKI seperti yang dialami Hadi.

Hal itu bermula ada akun Twitter yang bertanya kepada admin Twitter P4OP, @upt_p4op.

min kjp ade saya (smp) cair 2 kali boleh diambil semua ga?

Pertanyaan tersebut mendapatkan penjelasan dari @upt_p4op sebagai berikut:

Selamat pagi. Berdasarkan hasil koordinasi dgn Bank DKI, ditemukan blokir dana KJP Plus thdp siswa penerima KJP Plus pd sklh/madrasah negeri yg shrsnya tdk ada blokir. Bank DKI sdh melakukan penyesuaian dana dgn pembukaan blokir thdp rekening siswa tsb agar dana dpt dimanfaatkan.

Mohon diperhatikan bahwa selama masa pandemi batas penarikan maksimal tarik tunai dana KJP Plus per bulan sbg berikut: SD/sederajat Rp 250.000, SMP/sederajat/PKBM Rp 300.000, SMA/sederajat Rp 420.000, dan SMK sebesar Rp 450.000.

TENTANG KJP PLUS (www.kjp.jakarta.go.id)

Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) adalah program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta.

Manfaat dan dampak positif yang diharapkan dari siswa penerima KJP Plus, antara lain :

  1. Meningkatkan akses bagi anak usia 6 sampai dengan 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun.
  2. Meringankan biaya personal pendidikan.
  3. Mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi.
  4. Mendorong siswa putus sekolah (drop out) atau anak tidak sekolah agar mendapatkan layanan pendidikan di sekolah/Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) atau satuan pendidikan nonformal lainnya.
  5. Meningkatkan pencapaian target Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Dasar dan Menengah
  6. Meningkatkan kesiapan siswa pendidikan menengah maupun peserta pendidikan kesetaraan dan kursus untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Baca Juga: 12 Tips Singkat Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat!

Baca Juga: Tidak Ada Waktu di Siang Hari, Ini Rekomendasi Olahraga Malam yang Aman

Peserta didik tidak mampu adalah peserta didik pada jenjang satuan pendidikan sekolah dasar sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu.

Baik secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan.

Kebutuhan dasar pendidikan yang dimaksud mencakup : seragam, sepatu, dan tas sekolah, biaya transportasi, makanan serta biaya ekstrakurikuler.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka untuk kepentingan pemenuhan kriteria program pemberian KJP Plus bagi peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA  Tahun Anggaran 2018 sebagai berikut :

  • Tidak merokok dan atau mengkonsumsi narkoba
  • Orang tua tidak memiliki penghasilan yang memadai
  • Menggunakan angkutan umum
  • Daya beli untuk sepatu dan pakaian seragam sekolah/pribadi rendah
  • Daya beli untuk buku, tas, dan alat tulis rendah
  • Daya beli untuk konsumsi makan/jajan rendah
  • Daya pemanfaatan internet rendah
  • Tidak dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang berpotensi mengeluarkan biaya.

CARA CEK PENERIMA KJP

Baca Juga: Alhamdulillah, Jamaah Umrah Indonesia Segera Bisa Ke Tanah Suci

Baca Juga: LOWONGAN BUMN: PT Perkebunan Nusantara Grup Cari Asisten Bidang Tanaman, Ini Link-nya

Jika nama Anda terdata, besar kemungkinan akan menerima KJP Plus tahap 2 tahun 2021. KPJ Plus tahap 2 tahun 2021 merupakan kelanjutan dari KJP Plus tahap 1 tahun 2021.

Pendataan kembali dilakukan agar pencairan KJP Plus tahap 2 tahun 2021 tetap sasaran. Pendaftaran KJP Plus tahap 2 tahun 2021 menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial.

DTKS merupakan data resmi negara yang menggambarkan status kesejahteraan penduduk. DTKS ini mengganti usulan sekolah yang sebelumnya digunakan untuk pencairan KJP.

Pasalnya, berdasarkan evaluasi, sekolah dinilai tidak memiliki kompetensi menentukan kesejahteraan penduduk.

Berikut ini empat tahapan dalam menentukan penerima KJP Plus tahap 2 tahun 2021:

  • 13-25 September 2021: Dinas Pendidikan mengumumkan data calon penerima sementara yang berasal dari Data Terpadu Pemprov DKI Jakarta melalui sekolah.
  • 13-25 September 2021: Calon penerima KJP Plus melengkapi berkas melalui sekolah.
  • 27-30 September 2021: Verifikasi kelengkapan berkas calon penerima.
  • 1-13 Oktober 2021: Data final penerima ditetapkan

PENERIMA BERTAMBAH

Kabar baiknya, penerima KJP Plus tahap 2 tahun 2021 diprediksi meningkat lantaran pandemi Covid-19 yang terjadi setahun belakangan dinilai cukup berdampak pada ekonomi masyarakat.

Pada tahap 1 tahun 2020 misalnya, jumlah penerima KJP Plus sebanyak 870.565 siswa kemudian turun pada tahap 2 tahun 2020 yang sebanyak 849.291 siswa.

Penerima KJP Plus tahap 2 tahun 2020 itu kemudian meningkat dibandingkan dengan KJP Plus tahap 1 tahun 2021 yakni sebanyak 859.468 siswa. Untuk tahap 2, saat ini Dinas Pendidikan sedang melakukan pendataan kembali sejak awal September 2021.

Adapun, pada 2020 total pagu anggaran KJP Plus ialah Rp3,97 triliun di mana realisasinya mencapai Rp3,90 triliun atau setara dengan 98,18 persen. Pada 2021, DKI Jakarta menyediakan anggaran Rp3,91 triliun untuk pencairan bagi penerima KJP Plus baik tahap 1 dan tahap 2.

 

Halaman:

Editor: Sanggono Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X