• Minggu, 5 Desember 2021

Anggaran Perlindungan Sosial Cair Rp117,3 Triliun, untuk PKH dan Sembako Paling Besar

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:18 WIB
Catat, Tidak Ada BST Kemensos atau Bansos Tunai PPKM Juli dan Agustus 2021 (kemenkeu.go.id)
Catat, Tidak Ada BST Kemensos atau Bansos Tunai PPKM Juli dan Agustus 2021 (kemenkeu.go.id)

BERANDAKITA.COM, JAKARTA -- Pemerintah telah merealisasikan Rp117,3 triliun untuk klaster perlindungan sosial (Perlinsos). Dana itu berasal dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Yang termasuk dalam Perlinsos ialah sejumlah bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, Bantuan subsisdi upah (BSU) dan lainnya.

Dari jumlah dana yang telah dicairkan itu, realisasi anggaran untuk bantuan sembako atau kartu sembako Rp29, 21 triliun atau paling besar dibandingkan lainnya. Realisasi kartu sembako itu setara dengan 58,5 persen dari alokasi anggaran kartu sembako.

Setelah bansos sembako terdapat Program Keluarga Harapan (PKH) dengan realisasi sebesar Rp20,72 triliun atau 73,2 persen dari pagu. Data itu hingga 1 Oktober 2021.

Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian mengatakan bahwa hingga 1 Oktober 2021, realisasi Program PEN klaster Perlindungan Sosial (Perlinsos) mencapai Rp117,3 triliun.

“Realisasi Perlinsos itu adalah 62,9 persen dari pagu atau Rp117,3 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/5/2021).

Airlangga menjelaskan realisasi pada klaster Perlinsos tersebut antara lain digunakan untuk PKH dengan realisasi sebesar Rp20,72 triliun atau 73,2 persen dari pagu serta Kartu Sembako Rp29,21 triliun atau 58,5 persen.

“Realisasi BLT Desa sudah mengalami kenaikan, yaitu Rp14,94 triliun atau 51,9 persen, dan Bantuan Subsidi Upah itu Rp5,07 triliun atau 57,7 persen,” katanya.

Airlangga melanjutkan klaster Perlinsos dan klaster Kesehatan adalah dua komponen Program PEN yang memiliki progres realisasi yang signifikan.

Halaman:

Editor: Sanggono Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X